mUSLIM BABY NAMES | NAMA ISLAM BAYI

Materi pendidikan anak dalam kandungan

  

MATERI pelajaran bagi anak dalam kandungan sangat bergantung kepada tingkatan potensi, kemampuan dan background (latar belakang) orang tuanya. Hal ini akan terefleksikan dalam hal mengarahkan dan mendidik anak dalam kandungan si ibu. Oleh karenanya, muatan materi pelajaran ini bisa sederhana atau bahkan banyak sekali, meliputi berbagai aspek bidang pelajaran. Terkait dengan materi kajian dan keahlian orang tua yang akan ditekuni dan disalurkan (transformasi) kepada anak dalam kandungannya. 

Untuk mensistematiskan urutan jenjang pendidikan ini, hendaknya disesuaikan dengan usia kehamilan si ibu. Di sini telah disusun sedemikian rupa muatan materi pelajarannya agar dapat dipraktekkan secara nyata dan seimbang dengan daya potensi (kondisi) anak dalam kandungan untuk menyerap stimulasi dan sensasi edukatif yang diberikan orang tuanya.


 

Materi-materi pelajaran untuk bayi pralahir atau anak dalam kandungan meliputi materi-materi berikut ini. 

1.        Doa

Materi doa ini terbagi pada tiga tahapan, antara lain sebagai berikut.

1.        Doa pada saat menanamkan benih nuthfah (sperma dan ovum), yang meliputi: doa ketika akan bergaul dan berhubungan biologis antara suami-istri; doa ingin dikaruniai seorang anak dan keturunan yang baik; doa, shalat, dan zikir; dan lain-lain.

2.        Doa pada saat benih sperma telah tertanam di ruang uterus/rahim, yang meliputi: doa ingin dikaruniai anak; doa ingin dikaruniai keturunan yang baik dan teladan bagi umat; doa ingin dikaruniai anak dan keturunannya selalu berbakti kepada Allah swt.; dan lain-lain.

3.        Doa pada saat nuthfah telah menjadi janin, yang meliputi:doa ingin dikaruniai keturunan yang baik (saleh) dan teladan bangsa,doa ingin dikaruniai anak dan keturunannya dilindungi oleh Allah swt.; doa ingin dikaruniai anak dan keturunannya selalu berbakti kepada Allah swt.; dan lain-lain.  

2.        Praktek Ibadah Shalat

 

Ibadah shalat adalah ibadah mahdhah. Ada dua jenis ibadah, yaitu wajib dan sunnah. Keduanya bisa dijadikan materi pelajaran pokok bagi anak dalam kandungan. Praktek ibadah ini hanya dilakukan pada saat bayi sudah nyata, yaitu saat periode fetus atau mudhghah hingga detik-detik kelahirannya.Anak dalam kandungan direspons untuk melakukan praktek ibadah, agar ia terbiasa atau terlatih pada suasana kondisi psikologis (nuansa) lingkungan yang aktif dan sensitif dan gemar pada amaliah ibadah yang wajib dan sunnah. Serta melatih gerakan biologis (aktivitas jasmaniyah) pada tingkat keterampilan maksimal dalam ibadah.  

3.        Bahasa

 

Bahasa merupakan salah satu media untuk berkomunikasi, berinteraksi dan bersosialisasi antara seseorang atau kelompok dengan yang lainnya. Bahkan dengan bahasa, manusia dapat melakukan sosialisasi eksistensi dirinya ke tingkat peradaban yang tinggi. Bahasa ini sangat penting sekali. Allah mengajarkan Adam a.s. materi pelajaran yang pertama adalah bahasa. Menurut sebagian ahli tafsir kepandaian Adam tentang bahasa tersebut mencapai tingkat tujuh, sehingga para malaikat pun tidak mampu menandingi kepandaian Adam. Subhanallah.

 

Bukankah anak dalam kandungan belum bisa berkata? Ya, memang, tapi konsep dari suatu kata yang diucapkan pendidik (orang tuanya) dapat didengarkan dan dapat diterima secara baik dengan tingkat penerimaan yang mendasar sekali. Misalnya, si ibu mengatakan “tendang”, si bayi dapat menerima suara dari kata tersebut dan memahami konsepnya melalui pengalaman fenomena sensasi yang diberikan oleh pendidik (ibunya).Belajar bahasa bagi anak dalam kandungan adalah belajar konsep kata-kata sederhana dan mudah diterima. Oleh karenanya, kata-kata yang dapat diterima oleh anak dalam kandungan hanya kata-kata utama, yang memiliki konsekuensi fenomenologis, sebagaimana yang dialami dan dipahaminya, bukan kata-kata tanpa sadar dan tidak ada konsekuensi fenomenologis.

 

Menurut F. Rene dkk., ada beberapa kata yang dapat dijadikan kata-kata utama dalam melakukan pelaksanaan pendidikan. Kata-kata itu meliputi 26 kata yang diasosiasikan dengan sensasi yang diperlukan, antara lain sebagai yang tertera dalam tabel berikut.

 

SENTUHAN GERAKAN BUNYI- BUNYIAN BIOLOGIS
Tepuk Berdiri Musik Batuk
Usap
Duduk
Keras
Bersin
Tekan Ayun Bising Cegukan
Belai Guncang   Tangis
Ketuk Goyang   Tawa

 

 

PENGLIHATAN TEMPERATUR PERBUATAN BAYI HENTIKAN TINDAKAN
Terang Dingin Tendang Tidak
Gelap Panas Dorong  
    Putar  

 

 4.        Al-Qur?an dan al-Hadits

 

Bagi umat Islam, Al-Qur?an adalah imam yang harus diikuti. Ia adalah pedoman hidup pertamanya, dan al-hadits adalah yang keduanya. Anak dalam kandungan direspons untuk mendengarkan bacaan-bacaan Al-Qur?an agar ia terbina dan terlatih pada kondisi suasana keislaman atau bersifat qur’ani. Atau, menimbulkan kecintaan pada materi Al-Qur?an dan al-Hadits setelah ia menjadi anak yang tumbuh dan berkembang (masa kanak-kanak, remaja sampai tingkat dewasa) nanti.  

5.        Akhlak (Moralitas)

 

Salah satu hakikat kesempurnaan manusia itu dilihat dari nilai akhlak atau moralnya. Dan, inilah cita-cita Nabi Muhammad saw. diutus ke dunia ini untuk menyempurnakan akhlak manusia khususnya. Penanaman akhlak harus dilakukan sedini mungkin. Bahkan, sejak dalam kandungan. Anak dalam kandungan masih dalam keadaan fitrah, suci bersih, dan masih memiliki orientasi dan nuansa yang dimuati dengan ruh sifat ketuhanan. Sifat ini akan selalu ada selamanya bila dipertahankan, terutama sejak masih dalam kandungan ibunya. Jika tidak, terjadi nuansa akhlak yang terkontaminasi dengan suasana yang menyertainya (‘aridh), apakah terpengaruh oleh kondisi psikologis ataukah biologis. Dan, ini sangat berbahaya, seperti yang diisyaratkan oleh Rasulullah saw. dalam hadits yang telah diuraikan pada kesempatan sebelumnya.

 

Pemberian pendidikan akhlak bagi anak dalam kandungan, berarti segala konsekuensi aktivitas yang dilakukan oleh ibunya dalam menjalankan hubungan timbal balik antara si ibu dan orang lain, anak, keluarga, dan lain-lain dengan hubungan yang baik dan upaya untuk melakukan perbaikan (ishlah). Dengan demikian, si ibu yang sedang hamil atau mengandung, harus menjaga akhlaknya dengan baik dan berbudi luhur. Dengan menjaga dan mempertahankan untuk tetap berakhlak baik tersebut, akan memberikan pengaruh yang besar pada sisi mental dan kepridian si bayi dalam kandungan.    

6.        Akidah dan Tauhid

 

Keyakinan dan bertauhid yang benar hanya pada nilai dan sumber dari ajaran Islam, yaitu bertauhid kepada Allah swt.. Anak dalam kandungan telah menyadari keyakinan tauhid ini dengan pertolongan cahaya ilahiyah langsung dari Allah. Ia patuh tunduk (taslim) kepada ketetapan–ketetapan atau takdir Allah selama dalam kandungan ibunya, kecuali ada pihak lain (dari luar rahim) yang menggoda untuk menyalahi ketundukkan dan ketaatannya. Oleh karenanya keadaan tauhidiyah, imaniyah, dan taslimiyah pada diri anak tersebut harus dipertahankan dan dijaga dengan memupuk nilai-nilai tauhid yang benar oleh orang tuanya, dengan melakukan pendidian atau latihan pralahir.  

7.        Syari’ah

 

Peraturan dan hukum-hukum Islam secara umum disebut syari’ah, dan secara khusus adalah hukum-hukum amaliah umat muslim yang termodifikasi dalam hukum fiqih Islam, yang terkait dengan berbagai aktivitas amaliah ibadah baik mahdlah maupun ghairo mahdhah. Hukum-hukum Islam, baik yang amaliah, maupun i’tiqadiyah dapat dijadikan materi pelajaran bagi anak dalam kandungannya.   

8.        Pelajaran Agama Islam, Sejarah Islam, dan Ilmu Pengetahuan

 

Semua bidang studi atau materi-materi pelajaran yang diajarkan atau dipaketkan dalam kurikulum pendidikan agama Islam dapat dijadikan bahan-bahan materi pelajaran bagi anak dalam kandungan. Caranya, semua pelajaran tersebut dipelajari dan dipahami oleh ibunya atau dibacakan olehnya. Selain itu, ciptakan suasana atau kondisi di tempat di mana antara Ibu dan anak dalam kandungan saling merasakan kenyamanan untuk melakukan pembelajaran tersebut. Termasuk, suasana dan keberadaan lingkungan ilmiah sesuai dengan tema dan topik informasi yang diberikan kepada bayi.

 

Pelajaran agama Islam, sejarah Islam, dan ilmu pengetahuan sangat baik jika kita pakai untuk materi latihan pendidikan anak dalam kandungan. Pelajaran agama Islam berorientasi pada bidang keagaamaan atau amaliah agama.

 

Adapun sejarah Islam akan membawa orientasi ke nuansa sejarah masa orang-orang terdahulu (lampau) yang sukses dan istiqamah dalam memegang prinsip tauhid dan keyakinannya. Dalam membagi materi sejarah Islam, terbagi tiga bagian: (a) sejarah para nabi-nabi dan rasul-rasul Allah yang termaktub dalam Al-Qur?an, (b) sejarah para shalihin (orang-orang yang hidup di zaman nabi-nabi terdahulu), (c) sejarah Rasulullah Muhammad saw. dan para sahabatnya. Kemudian bidang ilmu pengetahuan dapat diambil dari cerita kondisi fenomena alamiah yang tengah terjadi atau melalui informasi bacaan-bacaan ilmiah lainnya. 

Tagged as: , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Response