mUSLIM BABY NAMES | NAMA ISLAM BAYI

Apa yang harus dilakukan ketika sang bayi lahir ?

Adzan dan Iqomah di telinga bayi

Ali Rafi r.a. berkata,“Aku melihat Rasulullah saw. mengucapkan adzan di telinga al-Hasan bin Ali ketika dilahirkan oleh Fatimah.” (HR Abu Daud 5105 dan at-Tirmidzi)

Al-Husain bin Ali ra. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa dikaruniai anak lalu mengucapkan adzan pada telinga kanan bayinya dan mengucapkan iqomat padatelinga kirinya maka si bayi akan terhindar dari gangguan setan.”


Mencukur rambut bayi

Mencukur rambut bayi kelihatannya masalah kecil, tetapi sebenarnya besar sekali manfaatnya. Mencukur sebagian atau seluruh rambut, kemudian ditimbang dengan emas atauperak dan disedekahkan kepada fakir miskin.

Mencukur sebagian bukan berati mencukur sekelilingnya dan membiarkan yang tengah atau mencukur yang tengah dan membiarkan yang di sekelilingnya. Bukan pula berarti mencukur bagian depan dan membiarkan yang belakang serta jambul, karena sesuatu yang terlihat buruk bukan dari ajaran Islam.

Mengkhitan bayi

Dalam ajaran Islam, akikah, mencukur rambut, mem-beri nama yang baik, dan mengkhitankan bayi merupakan satu paket, meskipun masa khitan ialah sejak bayi lahir sampai sebelum balig. Bayi perempuan tidak perlu dikhitan (dipotong/di-kurangi) kelentitnya (clitoris), kecuali kalau terdapat kelebihan yang mencolok, dan biasanya hal seperti itu hanya dialami oleh satu persen dari kaum wanita. Sebagian besar ahli fikih menganggap bahwa me-motong seminimal mungkin adalah suatu kehormatan (makrumah). Rasulullah saw. pernah berpesan kepada juru khitan wanita, ”Jika engkau mengkhitan maka kikislah setipis mungkin karena hal itu akan lebih memuaskan (kelezatan) wanita dan lebih menyenangkan bagi suami.” (HR Dari Ummu Athiyyah)

Menurut pendapat para ulama mutakhir, mengkhitan anak perempuan adalah suatupenganiayaan (kezaliman). Para dokter pun banyak yang tidak setuju dengan peng-khitanan terhadap bayi perempuan karena dikh

Akikah untuk bayi yang lahir

Akikah ialah domba yang disembelih untuk kelahiran bayi. Hukumnya sunnah muakkad meskipun orang tuanya kurang mampu. Rasulullah saw. dan para sahabat selalu melakukannya.

Untuk bayi laki-laki jumlah domba yang disembelih adalah dua ekor, dan untuk bayi perempuan seekor. Ini yang lebih afdhal, meskipun Rasulullah saw. menyembelih untuk cucunya, al-Hasan seekor dan untuk al-Husain seekor.

Ulama-ulama al-Laits dan Daud adh-Dhahiri ber-pendapat bahwa hukum akikah adalah wajib. Pelaksana-annya seperti menyembelih korban pada hari raya Idul Adha. Perbedaannya ialah, akikah tidak boleh patungan dan tulang-tulangnya tidak boleh dipotong kecil-kecil.

Rasulullah saw. bersabda, ”Setiap bayi (yang lahir) tergadai oleh (pelaksanaan) akikahnya yang disembelih paa hari ketujuh, lalu dicukur rambutnya dan diberi nama.” (HR Samirah)

Para ulama bersepakat bahwa apabila pada hari ketujuh tidak dimungkinkan, maka dapat dilaksanakan pada hari keempat belas, atau kedua puluh satu atau paa hari lain-Nya.

 

Tagged as: , , , , ,

Leave a Response